Kemerdekaan berpendapat, berekspresi, dan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, UUD'45. Dirgahayu RI ke-72
Sabtu, 23 Desember 2017 - 18:10:52 WIB
Status "Awas" Hanya Radius 8-10 Km Dari Kawah Gunung Agung, Bukan Seluruh Bali
Diposting oleh : Arif Syarifudin
Kategori: Peristiwa - Dibaca: 89 kali

Forumjurnalis.org, Bali- Dalam Kunjungan kerjanya meninjau Pos Pengamatan Gunung Agung di Kecamatan Karang Asem Bali (22/12), Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan menegaskan kepada semua pihak bahwa status Bali secara umum aman. Status "Awas" hanya di radius 8 hingga 10 km dari kawah Gunung Agung di Karang Asem yang jaraknya sekitar 60 km dari Bali.

Menurut Jonan persepsi bahwa status "Awas" untuk keseluruhan Bali harus diluruskan karena itu tidak benar karena status "Awas" itu hanya menimpa sebagian kecil dari Bali.

"Status "Awas" ini hanya berlaku pada radius 8 hingga 10 Km dari kawah Gunung Agung," ujar Jonan.

Jadi menurut Jonan masyarakat dan wisatawan yang akan berkunjung dan berwisata diluar radius 8 hingga 10 km dari kawah Gunung Agung sangat aman. "Masyarakat atau wisatawan yang mengadakan kegiatan di Pulau Bali tidak perlu khawatir kalau diluar radius itu karena kondisinya aman saja," jelas Jonan.

Badan Geologi, Kementerian ESDM akan terus melakukan pemantauan terkait aktivitas vulkanik Gunung Agung dan akan menetapkan status sesuai dengan informasi dan data yang terekam dari peralatan yang ada. Badan Geologi konsisten terkait status Gunung Agung sesuai dengan yang terekam oleh alat-alat yang digunakan begitupula dengan batas radius aman yang ditetapkan akan menyesuaikan dengan status Gunung Agung itu sendiri.

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru 2018, Stok BBM Nasional Aman

Setelah meluruskan persepsi status "Awas" Gunung Agung, Menteri ESDM, Ignasius Jonan memastikan bahwa stok BBM nasional masih sangat aman dengan rata-rata stok mencapai 20 hingga 25 hari. "Stok BBM nasional rata-rata 20 sampai 25 hari dari penggunaan tertinggi, jadi tidak usah khawatir kekurangan pasokan," ujar Jonan.

Ditambahkannya, kenaikan pertumbuhan konsumsi pada saat libur Natal dan Tahun Baru seperti tahun-tahun sebelumnya diperkirakan sekitar 3-4% dari konsumsi nasional.

Sama seperti stok BBM, saat ini stok LPG nasional rata-rata berada di 15 hari dengan kenaikan konsumsi saat libur Natal dan Tahun Baru di estimasi juga sekitar 4%.

Khusus untuk Pulau Bali, BBM disuplai Pertamina dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Manggis dan TBBM Sanggaran. Adapun untuk LPG disuplai dari Terminal LPG Manggis. Sedangkan untuk aviasi dilayani dari Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) yaitu DPPU Ngurah Rai.

TBBM Manggis dan Sanggaran merupakan bagian dari Marketing Operation Region (MOR) V Pertamina membawahi kegiatan operasional Pertamina di seluruh area Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT.

Pada Region V, konsumsi BBM selama periode libur Natal 2017 dan Tahun baru 2018 diprediksikan mengalami kenaikan sekitar 1% dibandingkan konsumsi normal, sedangkan Solar mengalami penurunan sekitar 4% dibandingkan konsumsi normal. Dibandingkan dengan periode libur Natal 2016 dan Tahun Baru 2017, diperkirakan Bensin mengalami kenaikan sebesar 2% dan Solar mengalami kenaikan sebesar 14%.




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)